Melanjutkan jejak Nahdlatut Tujjar — menghimpun kekuatan dagang Sahabat Ansor se-Wonosobo, bukan untuk kaya sendiri-sendiri, tapi untuk menjaga kemandirian umat dan organisasi.
“Menghimpun 500 Saudagar Ansor produktif se-Kabupaten Wonosobo pada 2030 — melanjutkan jejak Nahdlatut Tujjar, 1918.”
Seratus tujuh tahun lalu, KH Abdul Wahab Hasbullah menghimpun pedagang santri dalam Nahdlatut Tujjar — bukan sekadar berdagang, tapi menopang biaya perjuangan NU sejak sebelum organisasi ini berdiri, hingga membiayai delegasi yang berunding langsung dengan Raja Ibnu Saud. FSA lahir dari semangat yang sama: setiap rupiah yang berputar di antara Sahabat Ansor Wonosobo adalah rupiah yang ikut menopang dakwah, kaderisasi, dan kemandirian Ansor di kabupaten ini.
“Ansor tidak boleh hanya kuat secara organisasi, tapi lemah secara ekonomi. FSA adalah ikhtiar kita meneruskan cita-cita Kiai Wahab — pedagang santri yang berdiri di atas kaki sendiri, dan siap menopang perjuangan kapan pun dibutuhkan.”
Diberi nomor seperti entri buku kas — bukan hierarki, tapi urutan bagaimana forum ini dibangun dari fondasi ke jejaring.
Kelas & mentoring rutin — Saudagar senior membina Saudagar baru, sesuai spirit ta'awun, bukan kompetisi.
Silaturahmi saudagar lintas kecamatan — transaksi tumbuh dari ukhuwah, bukan sekadar mencari konsumen.
Kerja sama koperasi / BUMA / lembaga keuangan syariah.
Kelas singkat untuk pedagang kecil naik kelas ke pasar digital.
Cerita anggota riil — wajib diambil dari wawancara langsung, bukan disusun sendiri.
Belum ada testimoni terbit
Tambahkan lewat dashboard admin setelah wawancara anggota selesai.
Belum ada artikel terbit
Tambahkan liputan kegiatan lewat dashboard admin.
Wadah pemberdayaan ekonomi kader Ansor Wonosobo, melanjutkan spirit Nahdlatut Tujjar: ekonomi sebagai penopang perjuangan, bukan tujuan untuk diri sendiri.
Khusus kader Ansor pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) se-Kabupaten Wonosobo.
Tidak ada biaya keanggotaan.
Akses jejaring dagang, pendampingan usaha, dan bagian dari ikhtiar bersama menopang dakwah Ansor Wonosobo.